Berita Jurnal

Dua Jurnal Sukses Raih Akreditasi DOAJ

2016-10-28 | Posted by: http://news.unair.ac.id/

UNAIR NEWS – Kabar menggembirakan datang dari perkembangan jurnal di lingkungan Universitas Airlangga (UNAIR). Pasalnya, Dental Journal dari Fakultas Kedokteran Gigi dan Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease (IJTID) dari Institute of Tropical Disease (ITD) memperoleh akreditasi dari Directory of Open Access Journals (DOAJ). Dental Journalmemperoleh akreditasi pada 8 Juli, sedangkan IJTID pada 30 September.

“Ada 3 kategori lembaga pengindeks reputasi jurnal di dunia. Yang paling rendah Google Scholar, DOAJ pada tingkatan sedang, sementara Scopus dan ISI Thomson pengindeks bereputasi tinggi,” ujar Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., selaku ketua Ketua Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah (PPJI) UNAIR.

Dengan dua jurnal terindeks DOAJ, UNAIR telah satu langkah lebih maju untuk menuju jurnal terindeks Scopus dan ISI Thomson. Saat ini, UNAIR memiliki sejumlah delapan jurnal terindeks nasional, namun belum memiliki jurnal yang terindeks Scopus.
“Indeksing di DOAJ merupakan tahapan satu step lebih maju menuju Scopus, karena persyaratan Scopus harus terindeks sedang dulu,” tambah perempuan yang akrab disapa Yanti tersebut.

Ada 52 kriteria yang digunakan DOAJ untuk melakukan penilaian akreditasi. Beberapa diantaranya yaitu keterbacaan website, apakah jurnal tersebut tergolong user friendly atau tidak, dan sistem open journal system (OJS) yang memungkinkan orang dari seluruh dunia bisa mengakses. Sebab, per 1 April 2016, tidak ada akreditasi yang dilakukan secara offline. Semua akreditasi berbasis online.

Dengan akreditasi tadi, PPJPI termotivasi untuk terus secara ketat dan intensif memberikan dukungan kepada perkembangan jurnal kampus. “Kalau sudah internasional, mari kita bawa ke Scopus. Keinginan kami itu,” tambahnya.
Sejauh ini, PPJPI telah mendampingi tiga jurnal UNAIR untuk masuk akreditasi internasional. Ketiga jurnal tersebut yaitu Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin (BIKKK): Periodical of Dermatology and Venereology dari Fakultas Kedokteran, Global Strategi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Mozaik Humaniora dari Fakultas Ilmu Budaya.

Waspada Jurnal Predator
Dosen juga mesti waspada dengan pengiriman jurnal mereka. Sebab, ada jurnal predator yang tidak diakui namun tidak semua orang mengetahui hal ini. Jurnal-jurnal predator biasanya didirikan untuk mengambil keuntungan bagi para pengelola jurnal. Biasanya, mereka akan meminta sejumlah uang agar naskah bisa dipublikasikan.

Proses review jurnal juga tidak memakan waktu yang lama. Jika normalnya sebuah jurnal bisa selesai di-review dalam 1-2 bulan, jurnal predator dapat melakukan review dalam hitungan minggu. Selain itu, dalam satu tahun, jurnal predator dapat menerbitkan puluhan volume hingga issue.

“Ini memunculkan kecurigaan bahwa tidak ada proses review. Sudah ada piranti untuk mengecek itu. Di Scholarly Open Access, kita bisa melakukan pengecekan. Itu yang kami gunakan sebagai  verifikator,” imbuhnya. (*)
Penulis: Binti QuryatulEditor: Rio F. Rachman