Berita Jurnal

Dua Jurnal UNAIR Terakreditasi, PPJPI Terus Genjot Publikasi Ilmiah

2017-11-14 | Posted by: http://news.unair.ac.id/

UNAIR NEWS – Dalam upaya mencapai target peringkat 500 besar kampus top dunia, Universitas Airlangga melalui PPJPJI (Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah) terus menggenjot publikasi artikel dan jurnal ilmiah, baik akreditasi nasional maupun internasional.

Pada 14 Juli lalu, dua jurnal UNAIR terakreditasi oleh Kemenristekdikti. Dua jurnal yang baru saja terakreditasi adalah “Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin (BIKKK): Periodical of Dermatology and Venereology Fakultas Kedokteran UNAIR” dan “Mozaik Humaniora Fakultas Ilmu Budaya UNAIR”. Kedua jurnal baru saja memperoleh akreditasi B.

“Jadi dua jurnal ini masuk diakreditasi yang cetak. Pendampingannya mulai dari pembenahan prosesnya, seperti editing, layout, dan substansi kualitas artikel. Itu kita dampingi terus,” jelas Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes, selaku Ketua PPJPI UNAIR. “Bahkan sampai sekarang mulai mengakses OJS (Open Journal Systemred) itu juga kita dampingi,” imbuh Yanti.

Yanti mengungkapkan, bahwa banyak sekali kendala dalam mempersiapkan tahap akreditasi. Pasalnya, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam mempersiapkan proses akreditasi yang detail dan rinci. Selain itu, faktor kesehatan bagi para pengelola jurnal yang kelelahan dalam persiapan akreditasi, juga menjadi kendala tersendiri.

“Tapi yang perlu saya acungi jempol, dari dua jurnal ini termasuk kemudian institusi yang menaunginya baik FK maupun FIB, sangat kondusif. Jadi sangat support kebutuhan apapun itu berusaha untuk diadakan,” salut Yanti.

Setelah terakreditasi nasional, Yanti memaparkan rencana selanjutnya, yaitu indexing ke lembaga DOAJ dan Scopus (lembaga pengindeks internasional). Pasalnya, sebelum OJS populer, mereka masih dalam sistem versi cetak dengan pengelolaan jurnal yang konvensional, dan dicetak ke penerbit kemudian diedarkan.

“Kita harus membuat supaya jurnal ini lebih mudah diakses kemudian sangat spesifik dibidang tertentu, sehingga ada nuansa ilmu baru yang memang harus dipelajari oleh teman-teman. Tantangannya adalah untuk bisa memberikan para pengelola jurnal pengertian tentang era digitalisasi, pelan pelan kita perkenalkan,” ujar Yanti.

Yanti berharap, bimbingan dari PPJPI dapat memberikan pengetahuan kepada para pengelola jurnal kearah yang lebih baik. “Yang baru terakreditasi nasional kita push ke akreditasi internasional, kalau belum terakreditasi nasional, ya, kita masukkan. Kalau masih belum adareview, ya, ayo diajari review yang baik bagaimana,” pungkasnya. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S.